Kamis, 15 Agustus 2013

Selama ini tak sedikit orangtua yang, karena kesibukannya, cenderung memasrahkan pendidikan anak-anaknya kepada sekolah-sekolah formal. Ini tidak salah.

Namun, kadang-kadang pemasrahan itu disertai juga dengan ketidakpedulian terhadap nasib pendidikan anak-anaknya. Bahkan, ada anggapan umum bahwa belajar hanyalah sebatas di sekolah formal, bukan di tempat yang lebih luas.

Homeschooling dapat menyadarkan kepada para orangtua bahwa belajar bisa dilakukan di mana saja, termasuk di rumah. Bahkan, untuk menanamkan rasa cinta belajar kepada anak sejak dini, hanya orangtualah yang mungkin paling layak untuk mewujudkannya.
Homeschooling mengingatkan para orangtua bahwa kecintaan belajar, mencari ilmu, dapat ditumbuhkan di rumah. Seto Mulyadi
Benar, secara naluriah, anak sejak berada di kandungan ibunya sudah dilengkapi dengan kemauan-kuat untuk belajar. Namun, apabila lingkungan di rumahnya tidak mendukung, ada kemungkinan kemauan-kuat itu semakin lama semakin hilang dan akhirnya tidak ada lagi semangat atau rasa cinta belajar dalam diri si anak.

Selama ini ada kesan, ketika anak belajar dia seolah-olah menjadi objek kurikulum. Dengan kata lain, kegiatan belajar-mengajar yang selama ini diselenggarakan bukan menjadikan kurikulum itu untuk anak, tetapi bahkan sebaliknya, yaitu anak untuk kurikulum.

Akibatnya, terjadilah kegiatan belajar yang “memaksa” anak untuk menyesuaikan dengan kurikulum. Idealnya, memang, kurikulumlah yang menyesuaikan diri dengan kebutuhan setiap anak. Anak-anak diberi hak untuk memiliki kurikulum yang ingin diikutinya.
Homeschooling menjadikan anak didik sebagai subjek belajar. Anak didik dapat memilih materi pelajaran yang disukai dan ingin dipelajarinya. Seto Mulyadi
Melalui homeschooling, anak-anak benar-benar diberi peluang untuk menentukan materi-materi yang ingin dipelajarinya. Anak-anak menjadi subjek dalam kegiatan belajar. Bahkan, bukan hanya materi pelajaran yang dapat dipilih oleh anak, gaya belajar si anak apakah dia tipe somatis/kinestetis, auditif, visual atau intelektual – benar-benar dapat dilayani. Dengan menjadikan anak sebagai subjek dalam belajar, belajar yang diselenggarakan si anak pun dapat berlangsung secara nyaman dan menyenangkan
Homeschooling dapat dimanfaatkan untuk mengembalikan anak yang semula menjadi objek belajar ke subjek belajar

Homeschooling akan membawa anak-anak untuk belajar di dunia nyata, di alam yang sangat terbuka. Di samping itu, objek yang dipelajari anak pun bisa sangat luas, seluas langit dan bumi.
Meskipun pada saat ini telah tumbuh menjamur sekolah-sekolah formal yang memanfaatkan alam sebagai media belajar, namun ketika anak-anak tersebut mulai memasuki pendidikan yang lebih tinggi, mereka pun kembali lagi berhadapan dengan ruang-ruang kelas yang serbakaku dan tertutup.
Homeschooling juga menjadikan objek yang dipelajri anak didik seluas, seluas langit dan bumi. Seto Mulyadi
Homeschooling dapat membebaskan anak untuk belajar apa saja sesuai minat dan hal-hal yang disukainya. Sesekali mereka dapat berkunjung ke berbagai tempat yang bisa menjadi objek pelajaran, seperti persawahan, taman burung, pemandian air panas, kebun binatang, padang-padang tetanaman yang berisi banyak bunga, tepian laut yang berisi makhluk-makhluk hidup yang beraneka ragam, stadion-stadion olahraga, dan tempat-tempat lain yang menarik perhatiannya. Tempat kerja seperti bank, pemadam kebakaran, pasar dan masih banyak sekali dapat juga dijadikan sebagai tempat belajarnya.
Kontektual berasal dari kata kerja Latin, contexere, yang berarti “menjalin bersama”. Kata “konteks” merujuk pada “keseluruhan situasi, latar belakang, atau lingkungan” yang berhubungan dengan diri yang terjalin bersamanya.
Kita masing-masing berada di dalam konteks yang beragam-misalnya konteks lingkungan tempat tinggal, keluarga, teman-teman, sekolah, pekerjaan, kebijakan politik, dan ekosistem bumi. Demikian juga, semua entitas yang lain, hidup maupun tak hidup, berada di dalam konteks. Untuk menyadari seluruh potensinya, semua organisme hidup, termasuk manusia, harus berada di dalam hubungan yang tepat dengan konteks mereka.
Homeschooling sangat memungkinkan untuk menampung sekaligus mendukung kegiatan belajar yang kontekstual. Seto Mulyadi
Homeschooling sangat memungkinkan untuk menampung sekaligus mendukung kegiatan belajar yang kontekstual ini. “Ketika seorang anak dapat mengaitkan isi dari mata pelajaran yang sedang dipelajarinya-seperti matematika, ilmu pengetahuan alam, atau sejarah – dengan pengalaman mereka sendiri, mereka menemukan makna, dan makna memberi alasan kepada mereka untuk belajar,” tulis Elaine B. Johnson, Ph.D., dalam Contextual Teaching and Learning.
Sebagai bentuk dari sistem pendidikan informal, kunci utama penyelenggaraan homeschooling adalah adanya kelenturan flesibilitas. Jadi tidak boleh kaku dan terlalu berstruktur sebagaimana sekolah formal.
Kalau terlalu disusun dalam kurikulum yang baku maka homeschooling justru akan kehilangan makna utamanya. Itulah sebabnya maka bagi seorang peserta homeschooling yang semula berasal dari siswa sekolah formal diperlukan adanya penyesuaian diri yang bertahap. Apabila mula-mula anak bosan dan merasa seperti tidak ada yang bisa dilakukan, maka anak bisa diajak untuk pergi keluar mengunjungi berbagai tempat yang menarik seperti pameran lukisan, pertunjukan musik, pagelaran wayang orang atau teater, perpustakaan, taman hiburan dan sebagainya.
Homeschooling memberikan keleluasaan belajar. Belajar bisa dimana saja, kapan saja dan kepada siapa saja. Seto Mulyadi
Kemudian dari berbagai perjalanan yang mengasyikan tersebut, anak diminta untuk membuat catatan perjalanan atau karangan menarik berdasarkan pengalaman tersebut. Hal ini masih ditambah dengan ketidakketatan waktu untuk belajar. Meski kedisiplinan dan tanggung jawab tetap ditekankan dalam homeschooling dengan memu\buat jadwal-jadwal belajar, namun kekakuan bisa diminimalkan.

Selamat datang di Homeschooling ala Kak Seto


Untuk memudahkan administrasi dan memberikan layanan terbaik kepada siswa, orangtua dan masyarakat pada umumnya, kami menggunakan aplikasi pelayanan berbasis ticketing. Setiap pengaduan, usulan, pertanyaan atau komentar akan diberi nomor unik (tiket) sebagai identitas dan dapat digunakan untuk menelusuri tindak lanjut atas kemajuan pengaduan, usulan, pertanyaan atau komentar yang diajukan secara online. Untuk referensi kami menyediakan dokumentasi dan riwayat lengkap dari setiap pengajuan pengaduan, usulan, pertanyaan atau komentar Anda.
Alamat Homeschooling ala Kak Seto : Jl. Taman Makam Bahagia ABRI No. 3A Parigi Lama, Pondok Aren, Bintaro Sektor 9, Tangerang Selatan, Banten 15400

0 komentar:

Popular Posts



Bookmark and Share