Rabu, 03 Desember 2014



Di malam yang sejuk, terlihat keakraban dan Kehangatan diskusi Santri Unggulan Kelas 12 SMA IT Islamic Boarding School Nurul Fikri Cinangka, 25 November 2014 bersama Ust. Ayi Muzayini sebagai pendiri dan CEO Istana Mulia Groups, yang bertempat di Meeting Room Taman Wisata Pendidikan (TWP) Pesantren Bisnis (Entrepreneurs Academy) Istana Mulia Islamic Business Boarding School Infomasi Teknologi Anyer Carita. Di malam itu banyak hal yang didiskusikan, mulai dari suka duka kehidupan di pesantren, sampai pembicaraan dengan info dunia Islam dan dominasi pertarungan global negara besar di dunia internasional.

Awalnya, Maksud dan tujuan Kunjungan Santri Unggulan Kelas 12 SMA IT Islamic Boarding School Nurul Fikri Cinangka adalah dalam rangka silaturahim tokoh dan mencari inspirasi dan motovasi perjuangan hidup, khsusnya menjelang ujian akhir sekolah dan mempersiapkan dunia kampus. Namun dalam keakraban diskusi menjadi melebar dengan berbagai kondisi dunia internasional.

Kunjungan Kelas 12 SMA IT Islamic Boarding School Nurul Fikri Cinangka dipimpin langsung Direktur Pendidikan Yayasan Ibnu Salam Nurul Fikri Ust. Idris yang didampingi oleh Ust Dedi Suhandi sebagai Direktur Pendidikan PesantrenBisnis.com Informasi Teknologi Istana Mulia. Dalam taujihnya Ust Ayi Muzayini sangat berharap setiap santri dapat menjadi para pejuang kebenaran dimanapun berada dan tidak terinveksi virus pemikiran sesat yang sudah disiapkan musuh Islam di kampus kampus unggulan di Indonesia dan dunia.

Kehadiran mahasiswa menjadi petanda bahwa pendidikan tinggi ini masih dipandang salah satu lembaga penting dalam rangka melahirkan kader-kader masa depan yang handal dan kuat, baik kuat secara iman, mental, akhlak, ilmu dan kuat secara financial. Tambah Ust Ayi

Pada hari ini tidak sedikit di antara anak bangsa itu tidak bisa kuliah akibat terjerat problem kemiskinan yang dibuat oleh tirani penguasa dzolim. Nyaris tidak ada harapan dari mereka yang miskin, khusunya miskin keimanan dan mental, kecuali kita bangkitkan kembali agar mereka mampu memberikan kontribusi bagus bagi keberlangsungan peradaban dunia pendidikan yang benar dan harmoni di kampusnya masing-masing, sekaligus dari mereka muncul komitmen untuk terus terlibat dalam perbaikan apapun di negeri ini.

Namun, harapan itu mengalami beragam tantangan, khususnya berkaitan dengan perubahan cara berpikir mahasiswa yang berbeda bila dibandingkan ketika masih di tingkat Sekolah Menengah Atas atau Aliyah. Dalam kondisi transisi pola pikir ini, mahasiswa mudah disusupi ideologi radikal oleh kelompok tertentu dengan ragam bentuknya, dari pendekatan personal hingga penyebaran pamflet yang berisi ajakan sesat, seperti ajaran syiah, liberalisme, kapitalisme dan sekulerisme. Parahnya lagi gerakan ini banyak dipimpin oleh guru besar jebolan kampus barat dan negara Arab sekuler. Demikian tambahnya lagi

0 komentar:

Popular Posts

Arsip SMP IT Istana Mulia Boarding School



Bookmark and Share