Selasa, 03 Februari 2015


Implementasi Kurikulum Pendidikan Istana Mulia
By. Iko Musmulyadi
(Direktur Istana Mulia Training Centre)

Target Pelatihan :
Peserta memahami pedoman dasar dan panduan kurikulum Istana Mulia
Peserta memahami metode pendidikan Istana Mulia
Peserta memahami arah program pendidikan Istana Mulia
Peserta memahami pentingnya profesionalitas guru dalam pelaksanaan kurikulum Istana Mulia

Metode Pelatihan :
30% Ceramah
70% Praktek (diskusi kelompok).

 Sahabat Istana Mulia............. Bersyukurlah dan berbahagialah ditakdirkan sebagai seorang guru.   Karena hakekatnya antum sedang menegakkan dakwah ilallah,  menyambut dan menunaikan seruan Allah : “...quu anfusakum wa ahliikum naara......”
Bersyukurlah dan berbahagialah ditakdirkan sebagai seorang guru.   Karena sesungguhnya antum sedang meneruskan risalah perjuangan para Nabi,  mengajarkan,  mendidik,  dan membimbing ummat manusia minadzdzulumaati ilannuur............ 
Bersyukurlah dan berbahagialah ditakdirkan sebagai seorang guru.  Karena sesungguhnya antum sedang menyiapkan mesin tabungan kebaikan atau sedang menciptakan “passive income” dalam bentuk kebaikan yang pahalanya akan terus mengalir tiada henti,  bahkan hingga saat berada dalam liang lahat kelak...............
Bersyukurlah dan berbahagialah ditakdirkan sebagai seorang guru.  Karena sesungguhnya antum sedang membuat track yang benar untuk husnul khotimah menuju surga-Nya......in sya Allah
Sahabat Istana Mulia............
Antum adalah mujahid sejati,  dengan tanggung jawab besar dan mulia sebagai pendidik dalam membentuk santri Istana Mulia yang hebat,  baik berkenaan dengan iman,  moral,  mental,  fisikal,  spiritual atau pun sosial.
Betapa para orangtua atau walisantri akan merasa senang,  para keluarga akan merasa gembira ketika mereka bisa memetik akhlak mulia dari buah hatinya,  ketika mereka bisa berteduh dibawah kerindangan tanamannya?
Betapa riang jiwa,  betapa bening mata,  ketika mereka melihat buah hatinya adalah malaikat-malaikat yang berjalan diatas muka bumi,  ketika jantung hatinya adalah mushhaf yang bergerak di jajaran manusia? 
Betapa para keluarga akan berbangga,  masyarakat akan bersuka cita,  negara akan berjaya,  ketika mereka melihat diantara anak bangsanya tampil sebagai Pemimpin Sholeh dan Pebisnis Sukses,  mengangkat harkat dan martabat bangsanya,  mensejajarkan Indonesia dengan bangsa-bangsa besar lain di dunia.....
Maka,  pendidik yang sadar,  ia akan terus mencari berbagai metode pendidikan mempersiapkan santri secara mental dan moral,  saintikal,  spiritual,  dan sosial,  sehingga santri dapat mencapai kematangan yang sempurna.
Pendidikan tidak akan berhasil jika tidak terdapat dasar,  tujuan,  fungsi,  jenjang,  juga kurikulum dan kesiapan guru. Tulisan ini akan fokus pada pembahasan kurikulum dan kesiapan guru.  Selain memaparkan beberapa konsideran impelementasi Kurikulum Penddikan Istana Mulia (KPIM),  juga untuk mempertajam pemahaman guru terhadap KPIM, serta alternatif strategi bagaimana mempersiapkan profesionalitas guru.


A.   BAGAIMANA KURIKULUM PENDIDIKAN INDONESIA?

Dunia pendidikan Indonesia telah mengalami perubahan kurikulum sebanyak 11 kali yaitu mulai dari kurikulum 1947 (rentjana kurikulum), kurikulum 1950, kurikulum 1952, kurikulum 1964, kurikulum 1968, kurikulum 1974 (masih menggunakan kurikulum 1968), kurikulum 1975, kurikulum 1984 (CBSA), kurikulum 1994, kurikulum 2004 (KBK), kurikulum 2006 (KTSP),  dan Kurikukulum 2013.
Dibutuhkan kajian kepustakaan secara mendalam untuk mengetahui lebih jauh tentang kelemahan dan kelebihan dari 11 kurikulum tersebut,  apa argumentasi dan alasan mendasar pemerintah kemudian melakukan perubahan kurikulum sampai 11 kali,  apa efektifitas dari masing-masing kurikulum tersebut,  lalu bagaimana cara pemerintah mempersiapkan profesionalitas guru sebagai pelaksanana kurikulum,  dan lain sebagainya.
Yang jelas, fakta diatas setidaknya menunjukkan betapa para pengambil kebijakan pendidikan di Indonesia teramat mudah melakukan perubahan kurikulum dalam waktu cepat.  Malah ada yang usianya hanya setahun yaitu dari kurikulum 1974 menjadi kurikulum 1975.  Hal ini juga memberikan kesimpulan bahwa Indonesia belum memiliki blue print pendidikan yang baku yang bisa bertahan lama terhadap tantangan zaman hingga puluhan tahun ke depan.  Lembaga pendidikan terbaik dunia,  Harvard University, merubah kurikulumnya setelah 30 tahun berjalan.
Dalam dunia pendidikan, dikatakan kurikulum memang merupakan jantung bagi keberlangsungan hidup sebuah lembaga pendidikan. Kurikulum yang dirancang dengan baik dapat memfasilitasi peserta didik untuk mengembangkan potensi-potensi yang mereka miliki sehingga dapat mencetak generasi yang berprestasi, berwawasan global, dan berakhlak mulia. Tetapi tidak kalah penting adalah kesiapan para gurunya.  Kurikulum bukan penentu satu-satunya untuk menjadikan pendidikan di indonesia ini menjadi pendidikan yang unggul, meskipun kurikulum itu alat vital dalam suatu pendidikan bangsa dan negara. Akan  tetapi yang harus dipentingkan adalah keprofesionalan guru-guru.
Meskipun diadakan perubahan kurikulum baru,  namun tingkat keprofesionalan guru diabaikan maka itu akan percuma. Berhasil tidaknya suatu pendidikan sebenarnya tidak hanya tergantung pada kurikulum apa yang digunakan, tetapi tergantung pada kemampuan dan keberhasilan guru dalam mengajar. Peran guru dalam pendidikan itu sangat penting karena proses pelaksana kurikulum adalah guru. Jadi kemampuan guru dalam mengajar harus dipertimbangkan secara matang-matang.
                                         
Disamping itu mengubah kurikulum bukanlah pekerjaan yang mudah dan juga membutuhkan anggaran dana yang tidak sedikit. Praktik pendidikan di sekolah senantiasa jauh ketinggalan bila dibandingkan dengan teori kurikulum. Bukan sesuatu yang aneh, bila sesuatu teori kurikulum baru menjadi kenyataan setelah 50 sampai 75 tahun kemudian. Kelambanan ini terjadi antara lain karena kurikulum banyak yang lebih ingin berpegang pada yang telah ada, merasa lebih aman dengan praktik-praktik rutin dan tradisional daripada mencoba hal-hal baru, yang memerlukan pemikiran dan usaha yang lebih banyak dan ada kalanya menuntut perubahan pada diri guru itu sendiri.

Belum lagi anggaran dana yang dibutuhkan untuk perubahan kurikulum memakan dana yang tidak sedikit. Disamping itu proses sosialisasinya juga terlalu pendek. Guru-guru baru saja mempersiapkan kurikulum lama yang harus diperkaya dengan pendidikan karakter. Tiba-tiba kurikulumnya harus berubah lagi. Hal tersebut membutuhkan kesiapan pada guru. Oleh karena itu guru juga harus terus dipacu kemampuannya melalui pelatihan-pelatihan dan pendidikan calon guru. Peningkatan-peningkatan kecakapan profesionalisme mereka harus dilakukan secara terus menerus.

Perubahan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) menjadi kurikulum 2013 misalnya,  rasanya tidak membawa sesuatu yang baru. Dimana konsep kurikulum baru 2013 sudah pernah muncul yaitu mengenai proses pembelajaran yang mendorong agar siswa aktif dalam kegiatan belajar mengajar yang sudah diterapkan pada kurikulum 1985 dengan nama Cara Belajar Siswa Aktif (CBSA). konsep yang diusung pada kurikulum baru ini tidak ada yang baru. Semua yang coba digagas oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan hanya mengulang kurikulum yang dulu pernah digunakan. Bahwasanya alasan-alasan yang dikemukakan oleh pihak kementerian tidak memiliki landasan kuat, bahkan terkesan hanya opini. Tidak ada hasil riset tentang dampak dari KTSP yang membuatnya harus diganti, tentu menjadi pertanyaan bagi publik mengenai perubahan kurikulum ini. Memang pemerintah memberi alasan, tapi itu seperti hanya bohong-bohongan saja karena wujudnya opini. Tak ada hasil riset kenapa kurikulum KTSP harus diubah.

Dengan demikian sebelum mengadakan perubahan kurikulum, sebaiknya mempertimbangkan kesiapan para guru dengan matang, karena guru merupakan pelaksana kurikulum. Berhasil tidaknya suatu pembelajaran sangat ditentukan pada kemampuan (skill) dan keberhasilan guru dalam mengajar.
  
B.   SISTEM PENDIDIKAN ISTANA MULIA

Sistem pendidikan di TWP Istana Mulia didasarkan pada pemikiran bahwa setiap anak adalah bintang.  Setiap anak memiliki bakat dan minat yang unik.  Inilah sistem pendidikan yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan individual dan mengembangkan bakat.  TWP Istana Mulia memakai pendekatan Qur’ani,  yang telah paten dan teruji dalam membangun peradaban madani,  yang akan membantu perkembangan potensi,  inovasi,  dan kreatifitas para santri.

Keunggulan sistem pendidikan TWP terletak pada basis pedoman dasar kurikulum yakni 4 Sifat Rasulullah dan materi kurikulumnya yang lengkap (10 panduan),  dimana inovasi semangat kepemimpinan dan kewirausahaan menjadi hal yang sangat diutamakan.  Dengan KPIM bakat dan minat santri akan dideteksi sejak dini,  untuk kemudian dikembangkan.  Para santri menunjukkan bakat-bakat yang berkaitan satu sama lain dan kemampuan untuk bertahan dalam lingkungan yang penuh dengan persaingan,  dipersiapkan untuk sebuah masa depan yang lebih cerah.

TWP Istana Mulia mengarah pada metode pembelajaran bertaraf internasional,  infrastruktur pendidikan canggih,  serta atmosfer belajar nyaman dan Islami ditengah keharmonisan multibudaya siswanya.  Mereka yang menimba ilmu di TWP Istana Mulia adalah anak-anak dengan beragam latarbelakang budaya,  lintas propinsi dari seluruh Indonesia.  Dengan demikian para peserta didik dipersiapkan menjadi warga global yang berdaya saing tinggi.  Untuk belajar di TWP,  pembelajar membutuhkan persiapan yang sangat matang.  Pembelajar disiapkan secara sistematis mampu beradaptasi terhadap Pedoman Dasar Kurikulum Istana Mulia.

Pedoman Dasar Kurikulum Istana Mulia (PDKIM) adalah acuan atau landasan yang menjadi rujukan utama dalam penyusunan Kurikulum Pendidikan Istana Mulia (KPIM),  yang berbasis pada 4 (empat) karakter/sifat Rasulullah saw sebagai nilai-nilai tarbawi.


Mengapa PDKIM?

1.      PDKIM hadir untuk menjawab tantangan dunia pendidikan Indonesia yang terkesan galau  ditengah seringnya perubahan kebijakan kurikulum oleh pemerintah. Dimana yang terjadi sesungguhnya adalah,  bahwa dunia pendidikan nasional menjadi “korban” dari dinamika politik ‘ganti menteri ganti kebijakan’.  
2.      TWP Istana Mulia tidak mungkin sepenuhnya bergantung dan berpatokan kepada kebijakan pendidikan yang labil seperti itu. 
3.      TWP Istana Mulia membutuhkan pondasi yang kokoh dan berdaya tahan dalam jangka panjang. 
4.      TWP Istana Mulia meyakini PDKIM yang berbasis 4 sifat Rasulullah adalah jawaban dan sumber kekuatan yang tak lapuk serta tak lekang ditelan zaman. Telah terbukti mampu melahirkan peradaban unggul dalam sejarah umat manusia.

 Untuk tujuan apa PDKIM dibuat?

1.      Untuk menjaga dan menerapkan asholah sistim pendidikan Islami
2.      Untuk membingkai sistim pendidikan di TWP Istana Mulia
3.      Untuk memperkuat konsep sistim pendidikan berkarakter
4.      Untuk mendorong reformasi sistim pendidikan nasional


Mengapa Sifat Shiddiq?

Sifat siddiq mendidik anak untuk selalu bersikap jujur pada setiap perkataan dan perbuatannya.  Inilah integritas moral (akhlak), satunya kata dan perbuatan, kejujuran, sikap dan perilaku etis. Karakter jujur ini merupakan nilai-nilai moral yang mencintai dan mengacu kepada kebenaran yang bersumber dari Allah SWT.  Perilaku pemimpin dan pebisnis yang "shiddiq" selalu mendasarkan pada kebenaran dari keyakinannya, jujur dan tulus, adil, serta menghormati kebenaran yang diyakini pihak lain yang mungkin berbeda dengan keyakinannya.  Inilah makna Shiddiq dalam berpikir, bersikap, dan bertindak.
Sifat-sifat unggulan :
1)      Tadayyun/ Religius
Sifat ini membentuk karakter keimanan yang kokoh,  agar anak memahami serta mengamalkan nilai-nilai syariah dan sunnah-sunnah nabi dengan tujuan menjadikannya mukmin unggulan yang loyal kepada Islam secara totalitas.
2)      Jujur
Penanaman sikap jujur sejak diniagar anak selalu dapat dipercaya oleh orang lain. Berani berkata benar dalam berbagai keadaan.  Jujur setiap saat,  setiap waktu, setiap kesempatan,  kapan dan dimanapun.
3)      Cinta
Adalah elemen penting bagi anak agar mengenal Allah dan Rasul-Nya dengan cinta. Dengan cinta anak mencintai dan menghormati kedua orang tuanya,  mencintai sesama saudara muslim karena  Allah, serta mencintai dan membela tanah airnya.
4)      Bersih
Bersih hati, bersih pikiran, bersih badan dan lingkungan adalah cerminan dari sikap Siddiq.  Dengan sifat ini anak selalu menjaga kebersihan dalam segala hal.
5)      Berani
Berani karena kebenaran adalah langkah awal anak untuk menjadi pemimpin dan pebisnis.  Anak memiliki keberanian menghadapi risiko dan tantangan dihadapannya.
6)      Empati
Sikap emphati perlu ditanamkan supaya anak selalu responsive atas segala sesuatu.  Anak memiliki pengamatan dan kepedulian yang tinggi terhadap keadaan lingkungan sekitarnya.


Mengapa Sifat Amanah ?

Sifat Amanah ini adalah buah dari sifat  shiddiq yang selalu dipercaya oleh orang lain karena kejujurannya.  Dipercaya dan disegani oleh kawan dan lawan.  Dalam diri anak harus dihadirkan nilai-nilai bertanggungjawab, komimen dan kosistensi,  cakap, dapat dipercaya, dapat diandalkan, jaminan kepastian dan rasa aman, sehingga diharapkan kelak mereka profesional dalam melaksanakan tugas kepemimpin dan kewirausahaannya. Karakter tanggungjawab, terpercaya dan amanah adalah sifat pemimpin dan pebisnis yang senantiasa menjaga kepercayaan (trust) yang diberikan orang lain. Karakter amanah dapat menajamkan kepekaan batin seorang pemimpin dan pebisnis untuk bisa memisahkan antara kepentingan pribadi dan kepentingan umum (publik atau organisasi),  serta lebih mendahulukan kepentingan umum daripada kepentingan pribadi.
Sifat-sifat unggulan :
1)      Leadership (Kepemimpinan)
Dalam diri anak diharapkan terbangun jiwa kepemimpin dan wirausaha.  Agar anak kelak mampu menerapkan kepemimpin dan kewirausahaan yang adil dan bijak, karena ini adalah salah satu ciri manusia unggulan.
2)      Enterpreneur (kewirausahaan)
Berbisnis ala Rasulullah adalah menjadi entrepreneur yang handal. Maka anak terbentuk sebagai entrepeneur remaja,  dengan mengikuti jejak Rasulullah ketika menjadi enterpreneur pada masa remajanya.
3)      Manager (Pengelola)
Anak dilatih mampu mengerjakan segala urusan dengan perencanaan secara tepat dan anak dituntut untuk mampu membangun dirinya dapat bertindak secara tepat.
4)      Administrator (kemampuan admistrasi)
Menjadikan anak sebagai pengelola administrasi yang cakap dan handal, baik dalam kepemimpinan maupun dalam urusan bisnis,  agar anak menjadi orang yang handal dan terpercaya dalam bidang yang digelutinya.


Mengapa Sifat Fathonah ?

Sifat fathonah mendidik anak supaya cerdas dalam berfikir serta beramal dan selalu bijaksana dalam segala tindakannya.  Mempunyai kecerdasan, baik intelektual, emosional maupun spiritual, kreativitas, peka dan peduli terhadap kondisi di sekitarnya dan menciptakan peluang untuk kemajuan. Sosok pemimpin dan pebisnis itu harus cerdas, kompeten, dan profesional (fathonah).Pemimpin dan pebisnis yang mengacu sifat fathonah nabi adalah pemimpin dan pebisnis pembelajar, mampu mengambil pelajaran (hikmah) dari pengalaman, percaya diri, cermat, inovatif tetapi tepat azas, tepat sasaran, berkomitmen pada keunggulan, bertindak dengan motivasi tinggi, serta sadar bahwa yang dijalankan adalah untuk mewujudkan suatu cita-cita bersama yang akan dicapai dengan cara-cara yang etis.
Sifat-sifat unggulan:
1)      Cerdas
Kecerdasan anak mesti diasah dan dipertajam.  Cerdas adalah sifat yang timbul karena perkiraan untuk mengetahui sebab akibat dan efek positif  negatif dari suatu hal,  sehingga menjadikan anak mempunyai daya tangkap tinggi serta pengetahuan yang luas.
2)      Bijaksana
Kebijaksanan ditumbuhkan kedalam diri anak supaya mereka mampu bersikap bijak dalam menentukan segala sesuatu. 
3)      Visioner
Anak dilatih memiliki kemampuan melihat jauh ke depan.  Setiap orang mempunyai tujuan dan target-target yang harus dicapai dalam hidupnya. Agar tercapai tujuan-tujuan tersebut sikap visioner ini membentuk anak konsisten dalam mencapai target.
4)      Berfikir jernih
Hati dan akal yang sehat terbangun dari pikiran yang jernih supaya mengeluarkan ide-ide yang cemerlang.  Dengan berfikir jernih anak mampu menelorkan gagasan-gagasan brilian yang kelak bermanfaat buat masyarakat,  bangsa dan negaranya.
5)      Positive Thinking (Pikiran Positif)
Sikap ini agar anak terbiasa dengan pikiran-pikiran positif.  Pikiran positif menghadirkan tujuan yang positif, sikap tabayyun, mencari kebenaran serta haus akan pengetahuan dan amal kebaikan.
6)      Optimis
Membangun sikap optimis dalam diri anak adalah sesuatu yang harus dilakukan.  Sikap optimis diperlukan agar anak yakin dengan tujuannya yang pasti tercapai.  
7)      CreativeThinking (Berfikir Kreatif)
Memiliki pemikiran yang kreatif membuat ide-ide semakin berkembang dan tidak stagnan.  Bahkan tidak sebatas ide-ide kreatif tapi juga karya-karya baru yang inovatif.
8)      Creative Activity (Aktifitas Kreatif Bermanfaat)
Sikap ini membentuk anak agar mengisi waktu-waktunya dengan aktifitas-aktifitas yang bermanfaat serta melaksanakan kegiatan yang memiliki nilai guna.  Anak mampu mengelola waktunya sebaik mungkin dan seoptimal mungkin,  sebagai bagian dari self leadership(kepemimpinan diri).
9)      Berjiwa Seni
Seni adalah salah satu sarana untuk menyampaikan dakwah Islam kepada masyarakat. Dengan berjiwa seni, anak-anak bisa bersosialisasi, menyampaikan sebuah pesan serta membuat ketertarikan orang  dalam menyimak, melihat dan memperhatikan pesan tersebut.
10)  Heroic (Berjiwa Kepahlawanan)
Kemauan yang tinggi, mental yang kokoh dalam membela serta memperjuangkan kebenaran dan semangat yang tinggi untuk kebaikan serta perbaikan menjadikan anak mampu meraih kesuksesan.  Sikap ini juga merangsang anak untuk senantiasa membantu atau menolong orang lain.


Mengapa Sifat Tabligh ?

Sifat tabligh ini mendidik anak supaya selalu beramar ma'ruf nahi munkar dan selalu mengajak kebenaran.  Dalam diri anak dibentuk agar memiliki kemampuan komunikasi secara efektif, memiliki visi, inspirasi dan motivasi yang jauh ke depan. Seorang pemimpin dan pebisnis itu memerlukan kemampuan komunikasi dan diplomasi dengan bahasa yang mudah didengar, dipahami, diamalkan, dan diajarkan ke orang lain. Sosok pemimpin dan pebisnis yang berkarakter seperti nabi dan rasul ucapannya didengar orang, bahasanya sangat berbobot, bahasa tubuhnya mengena,  penuh visi, menginspirasi dan penuh manfaat bagi orang lain.
Sifat-Sifat Unggulan :
1)      Orator
Setiap anak akan dilatih agar mampu menjadi pembicara yang baik serta dapat membakar semangat audience (pendengar).  Kemampuan orator adalah bekal utama bagi calon pemimpin dan pebisnis.
2)      Narator
Menulis membutuhkan kalimat-kalimat yang baik dan tersusun dengan narasi yang baik. Pembinaan kepada Anak dalam bidang tulis menulis akan terus dikembangkan sehingga mereka bisa mengembangkan karya tulisnya dan kelak menjadi penulis-penulis handal
3)      Communicator
Komunikasi adalah modal utama bagi pemimpin dan pebisnis.  Baik komunikasi yang sifatnya ke publik maupun komunikasi terkait target tertentu.  Anak-anak diberi pelatihan bagaimana komunikasi yang baik supaya bisa berdiplomasi dengan tepat sehingga kommunikasi antara relasi bisa berjalan dengan baik.
4)      Negotiator
Kepada anak juga diajarkan cara bernegosiasi yang baik,  serta bagaimana memutuskan suatu persetujuan demi terlaksananya visi dan misi dari tujuan tersebut.
5)      Motivator
Kemampuan bagaimana menasehati orang lain, bagaimana menyentuh hati orang lain, bagaimana merubah orang lain, tata cara memotivasi, mengatur bahasa tubuh, eye contact dikembangkan dan diajarkan untuk mendidik dan melatih anak supaya menjadi motivator yang handal.
6)      Mediator
Menjadi penengah atau juru damai antara pihak-pihak yang berselisih sehingga terjadi kesepakatan yang saling menguntungkan.


Diskusi Kelompok (1)

Peserta pelatihan membuat pemetaan bakat dan minat santri Istana Mulia dengan cara mengidentifikasi sifat-sifat unggulan yang menonjol pada diri santri.  Lakukan juga identifikasi sifat-sifat unggulan yang belum nampak pada diri santri.

NO
NAMA SANTRI
5 SIFAT UNGGULAN
Menonjol
Belum Nampak




Kurikulum Pendidikan Istana Mulia (KPIM)
Apa itu KPIM?
KPIM atau Kurikulum Pendidikan Istana Mulia adalah kurikulum khas PesantrenBisnis.com Istana Mulia.  Panduan kurikulum ini merupakan penjabaran dari Pedoman Dasar Kurikulum.  Pelaksanaannya dituangkan dalam bentuk 10 (sepuluh) Buku Panduan,  yaitu Panduan Kepemimpinan,  Panduan Bisnis,  Panduan T3,  Panduan IT,  Panduan Tarbawi,  Panduan Talenta,  Panduan UN,  Panduan Pembentukan Karakter,  Panduan Berbahasa Araba,  dan Panduan Berbahasa Inggris.

Mengapa Panduan Kepemimpinan?
Panduan Kepemimpinan akan mengantarkan anak pada pengetahuan dan pemahaman tentang apa dan bagaimana kepemimpinan, kemudian membimbing anak  mempraktikkan nilai-nilai kepemimpinan.   Panduan ini tidak saja menyadarkan dan membangkitkan anak akan potensi kepemimpinan dalam dirinya, tapi juga  memperkuat keyakinan anak bahwa dirinyaadalah calon pemimpin masa depan.  Dengan demikian anak tergerak,  bersemangat, dan serius mempersiapkan dan membekali dirinya menjadi pemimpin.

Mengapa Panduan Bisnis?
Panduan Bisnis akan mengantarkan anak pada pengetahuan dan pemahaman tentang apa, bagaimana, dimana dan kapan berbisnis, khususnya bisnis online.  Panduan ini tidak saja menjadikan anak suka dan senang dengan dunia bisnis (offline dan online),  tapi juga memantapkan keyakinan dan keberanian anak untuk memulai bisnis sejak dini dan selalu siap dengan tantangan dan risiko yang akan dihadapinya.  Dengan demikian anak tergerak,  bersemangat, dan serius mempersiapkan dan membekali dirinya menjadi pebisnis sukses.

Mengapa Panduan Tajwid, Tahsin dan Tahfidz (T3)?
Panduan T3 akan mengarahkan anak untuk senang, dekat dan  mencintai Al-Qur’an.  Panduan ini akan menuntun dan merangsang anak bersemangat untuk memulai dan menambah hafalan Al-Qur’an.

Mengapa Panduan Informasi Teknologi (IT)?
Panduan IT akan mengantarkan anak pada pengetahuan dan pemahaman tentang apa,  bagaimana,  kapan, urgensi, dan pemanfaatan informasi teknologi secara tepat guna.  Panduan ini membuat anak terbiasa dan mahir dalam penggunaan alat informasi teknologi terkini.

 Mengapa Panduan Tarbawi?
Panduan Tarbawi mengantarkan anak memiliki Syakhsiyyah Islamiyah (kepribadian Islami) dengan target: salimul aqidah (aqidah yang lurus),  shohihul ibadah (ibadahnya benar),  matiinul khuluq (akhlak yang kokoh),  qaadirun ‘alal kasbi (sukses menjadi pengusaha),  mutsaqaful fikr (wawasan yang luas), haritsun ‘ala waqtih (pandai mengelola waktu), munazhomun fii syu’unih (teratur dalam setiap urusan),  qawiyyul jism (fisik yang kuat), dan naafiun lighairihi (bermanfaat buat orang lain).

Mengapa Panduan Talenta?
Panduan Talenta akan membantu anak mengenali potensi minat dan bakatnya.  Panduan ini membimbing anak dapat mengasah dan mengembangkan minat dan bakatnya,  sehingga anak memiliki spesialisasi di bidangnya. 

Mengapa Panduan Ujian Nasional (UN Dikbud)?
Panduan UN Dikbud akan mengantarkan anak menumbuhkan dan meningkatkan rasa senang dan sikap percaya diri dalam menghadapi ujian nasional.  Panduan ini mengkondisikan anak nyaman dan terbiasa menghadapi soal-soal ujian nasional,  sehingga anak mampu mencapai nilai UN terbaik.

Mengapa Panduan Pembentukan Karakter ?
Panduan Pembentukan Karakter akan mengantarkan anak memahami, mencintai, dan mengamalkan adab-adab dan akhlak Islam,  serta anak tergerak mengajarkannya ke orang lain.

Mengapa Panduan Berbahasa Arab?
Panduan Berbahasa Arab akan mengantarkan anak menyenangi, memahami dan mempraktikkan komunikasi Bahasa Arab dalam kesehariannya dengan baik dan benar.

Mengapa Panduan Berbahasa Inggris?
Panduan Berbahasa Inggris akan mengantarkan anak menyenangi, memahami dan mempraktikkan komunikasi Bahasa Inggris dalam kesehariannya dengan baik dan benar.

  
Mengapa KPIM?
1.      Sebagai wujud implementasi dari PDKIM
2.      Merupakan gagasan orisinil manajemen TWP Istana Mulia dengan bersumber dari dalil-dalil yang jelas dan pasti.

Apa maksud dan tujuan KPIM?
1.      Untuk mengantarkan lulusan pendidikan yang kuat baik secara iman,  takwa, moral,  mental,  fisikal,  finansial,  spiritual, sosial,  dan political.
2.      Untuk mengantarkan lulusan pendidikan yang siap menghadapi tantangan dunia masa kini dan masa depan.
3.      Untuk mengantarkan lulusan pendidikan yang akan menjadi mujaddid (pembaharu) di zamannya kelak.
4.      Untuk mengantarkan lulusan pendidikan yang akan menjadi pemimpin nasional dan pemimpin dunia,  dalam rangka mengembalikan kejayaan Islam.

Diskusi Kelompok (2).

Peserta pelatihan mendiskusikan mengenai evaluasi pelaksanaan 10 panduan yang berjalan selama ini,  apa saja kendala yang dihadapi,  dan apa alternatif solusi untuk masa yang akan datang.

 C.    SEBERAPA PENTING KESIAPAN GURU?

Seperti sudah dijelaskan diatas,  dalam mengimplementasikan kurikulum, yang jauh lebih penting adalah guru sebagai ujung tombak bahkan bisa menjadi garda terdepan dalam pelaksanakan kurikulum. Oleh karena itu betapa pentingnya kesiapan guru dalam mengimplementasikan kurikulum itu selain kompetensi, komitmen dan tanggung jawabnya serta kesejahteraannya yang harus terjaga.
Kompetensi guru bukan saja menguasai apa yang harus dibelajarkan (content) tapi bagaimana membelajarkan siswa yang menantang, menyenangkan, memotivasi, menginspirasi dan memberi ruang kepada siswa untuk melakukan keterampilan proses yaitu mengobservasi, bertanya, mencari tahu, merefleksi  sebagaimana dinyatakan filosof Betrand Russel “More important than the curriculum is the question of the methods of teaching and the spirit in which the teaching is given”.
Kurikulum penting, tetapi yang tak kalah pentingnya juga adalah bagaimana strategi membelajarkan dan spiritnya. Dengan strategi pembelajaran yang tepat dalam mengimplementasikan kurikulum disertai dengan  spirit pendidikan yang selalu menggelora  pada setiap guru atau pendidik dan peserta  didik, maka proses pendidikan itu sendiri tidak terlepas dari rohnya. Sebuah kata bijak mengatakan bahwa “At-Thariqatu Afdalu Minal Mad” (Metodologi tidak kalah pentingnya dibanding substansi). Betapapun baiknya kurikulum yang telah dikembangkan, buku pelajaran dan media pembelajaran disediakan serta dilaksanakan  Diklat pada akhirnya berpulang kepada ada tidaknya kemauan untuk berubah (willingness to change) dari  para pemangku kepentingan utama pendidikan tersebut.

Analisa Kuesioner “Penilaian Santri Terhadap Guru”
Semester I KBM SMP IT Istana Mulia Tahun 2014
Analisa Umum:
1.      Hasil rekap kuesioner menemukan data tentang kondisi umum di lapangan (KBM) belum sesuai harapan manajemen.  Kondisi tersebut bisa dikatakan wajar,  mengingat beberapa faktor pendukung pelaksanaan KBM memang belum tersedia (sarana dan prasarana,,  konsep upgrading  guru,  dan lain-lain), sehingga berdampak pada:
a.       Secara pribadi guru sulit berkonsentrasi dengan baik untuk melakukan banyak hal
b.      Secara bersama-sama guru tidak terkonsolidasi dan terkoordinasi dengan baik

2.      Namun,  untuk sebuah bahan evaluasi dan perbaikan di masa yang akan datang, temuan data-data kuesioner secara umum menggambarkan kondisi yang jauh dari apa yang diharapkan.  Dimana terdapat hanya 1 orang dari 14 guru yang meraih penilaian BAIK dan/atau BAIK SEKALI dari semua sisi penilaian (ketepatan waktu, penguasaan materi dan kesiapan mengajar, PTK). Data ini memberi penekanan bahwa mayoritas guru harus melakukan upgrading dari semua sisi tersebut.

3.      Hal positif yang didapat dari kuesioner ini adalah terdeteksinya sejak dini kondisi proses KBM selama 5 bulan berjalan.  Hal ini sangat penting dan dibutuhkan untuk perbaikan ke depannya, sehingga harus menjadi perhatian serius bagi manajemen untuk persiapan menghadapi jumlah siswa yang terus meningkat setiap tahunnya.

Analisa Berdasarkan :
1.      Ketepatan Waktu Mengajar

Data:
Dari 14 guru terdapat 2 orang mendapatkan penilaian BAIK SEKALI,  5 orang BAIK,  dan 7 orang CUKUP.

Analisa:
1.      Satu sisi kondisi ini bisa dianggap wajar,  mengingat dari awal memang belum ada tanda jam masuk yang disepakati bersama antara guru dan siswa.  Sementara ketersediaan bel sebagai tanda masuk baru ada sekitar 2 bulan belakangan.

2.      Namun, kondisi ini sangat memprihatinkan,  karena berarti sebanyak 50%  guru  bisa dikatakan kurang perhatian dalam hal ketepatan  waktu mengajar.  Padahal idealnya semua guru mestinya (99,9%) memiliki nilai BAIK/BAIK SEKALI. Mengingat sekolah berbasis Islam dengan keunggulan Leadership dan Bisnis,  ketepatan waktu menggambarkan karakter kedisiplinan.

3.      Ketidaktepatan waktu dalam mengajar bukan saja berdampak pada berkurangnya materi pengajaran yang disampaikan,  lebih dari itu adalah tidak adanya transfer keteladanan dari guru kepada siswa tentang nilai-nilai kedisiplinan yang merupakan modal utama bagi calon calon pemimpin dan pengusaha sukses.  Semakin baik guru dalam hal ketepatan waktu maka akan semakin optimal proses KBM berjalan,  serta akan semakin baik pula tertanam dalam diri siswa tentang nilai-nilai kedisiplinan.
  
2.      Penguasaan Materi dan Kesiapan Mengajar

Data:
Dari 14 guru terdapat  4 orang dengan nilai BAIK,  8 orang CUKUP dan 2 orang KURANG.

Analisa :
1.      Satu sisi kondisi demikian bisa dianggap wajar,  mengingat belum tertatanya pembinaan dan pendampingan terhadap guru,  supervisi belum berjalan,  monitor dan evaluasi terhadap guru tidak pernah ada,  dan sebagainya.

2.      Di sisi lain,  kalau dilihat dari guru yang mengajar bahwa mereka sudah cukup berpengalaman,  kondisi ini sungguh sangat memprihatinkan, karena hanya 28,57%  guru  yang dianggap menguasai materi dan memiliki kesiapan mengajar. Sementara sebanyak 71,43%  guru tidak menguasai materi dan tidak siap mengajar.

3.      Data diatas bisa jadi memperkuat sebuah pomeo dalam dunia pendidikan bahwa “sesungguhnya tidak ada murid yang bodoh,  yang ada adalah guru yang kurang pandai mengajar”.  Sudah barang tentu lemahnya penguasaan materi dan ketidaksiapan guru mengajar akan berdampak pada penguasaan materi pelajaran oleh siswa,  yang pada akhirnya menggambarkan kualitas hasil akademik siswa. Semakin baik guru menguasai materi pelajaran dan semakin baik persiapan mengajar maka akan semakin baik pula penerimaan dan pemahaman materi pelajaran oleh siswa.


3.      Penanganan Tindakan Kelas (PTK)

Data:
Dari 14 guru terdapat 3 orang dengan nilai BAIK dan 11 orang CUKUP.

Analisa :
1.      Kurangnya PTK oleh guru menunjukkan lemahnya rasa tanggungjawab terhadap proses KBM, dan ini berarti guru kurang perhatian terhadap keseriusan belajar siswa.  Kondisi demikian tidak bisa dianggap wajar,  karena tidak bisa dimaklumi sikap guru yang merasa tidak memiliki tanggungjawab yang besar terhadap keberhasilan KBM.

2.      Lagi-lagi kondisi sangat memprihatinkan tergambar dalam hal penanganan tindakan kelas (PTK) oleh guru. Hanya 21,43% guru yang melakukan PTK dengan baik,  dan 78,57% tidak melakukan PTK dengan baik.

3.      Baik atau tidaknya guru melakukan PTK akan menggambarkan bagaimana kondisi dan suasana pembelajaran. Kondisi dan suasana pembelajaran sangat dipengaruhi oleh dominasi prilaku siswa di dalam kelas. Jika kelas didominasi oleh siswa-siswa yang bersikap tenang, rapi,  disiplin,  maka akan berpeluang juga tercipta suasana belajar yang nyaman.  Tinggal lagi bagaimana peran guru merespon atau melakukan PTK terhadap minoritas siswa ‘pembuat heboh’ di kelas.  Tapi kalau guru bersikap pasif atau tidak melakukan PTK,  maka berpotensi siswa ‘pembuat heboh’ akan mempengaruhi siswa lainnya. Akhirnya suasana kelas jadi tidak nyaman.

Diskusi Kelompok (3).
Peserta pelatihan mendiskusikan beberapa hasil temuan kuesioner sebagai berikut:

Pertama, terdapat 50% guru dianggap kurang tepat waktu dalam mengajar.
1.      Menurut antum kondisi ini bagaimana?
a.       Sangat memprihatinkan
b.      Memprihatinkan
c.       Biasa Saja/Wajar
d.      Lainnya ...............................................
2.      Menurut antum apa penyebabnya?
3.      Menurut antum bagaimana solusinya?

 Kedua, terdapat 71,43%  guru dianggap tidak menguasai materi dan tidak siap mengajar.
1.      Menurut antum kondisi ini bagaimana?
a.  Sangat memprihatinkan
b. Memprihatinkan
c.  Biasa Saja/Wajar
d.                   Lainnya ...............................................
2.      Menurut antum apa penyebabnya?
3.      Menurut antum bagaimana solusinya?

Ketiga,  terdapat  78,57% guru dianggap tidak melakukan PTK dengan baik.
1.      Menurut antum kondisi ini bagaimana?
a.    Sangat memprihatinkan
b.   Memprihatinkan
c.    Biasa Saja/Wajar
d.   Lainnya ...............................................
2.      Menurut antum apa penyebabnya?
3.      Menurut antum bagaimana solusinya?

Keempat, terdapat 1 guru mendapat nilai BAIK/BAIK SEKALI dari 3 sisi penilaian, 5 guru mendapat nilai BAIK/BAIK SEKALI dari 2 sisi penilaian, 3 guru mendapat nilai BAIK dari sisi 1 penilaian.
1.      Menurut antum kondisi ini bagaimana?
a.    Sangat memprihatinkan
b.   Memprihatinkan
c.    Biasa Saja/Wajar
e.    Lainnya ...............................................
2.      Menurut antum apa penyebabnya?
3.      Menurut antum bagaimana solusinya?

Kelima,  terdapat 5 orang guru yang tidak mendapatkan penilaian BAIK satupun dari semua sisi penilaian. 
1.      Menurut antum kondisi ini bagaimana?
a.       Sangat memprihatinkan
b.      Memprihatinkan
c.       Biasa Saja/Wajar
d.      Lainnya ...............................................
2.      Menurut antum apa penyebabnya?
3.      Menurut antum bagaimana solusinya?

Keenam,  terdapat hanya  2 orang guru yang mendapat nilai BAIK/BAIK SEKALI dari 3 dan 2 sisi penilaian:
1.      Menurut antum kondisi ini bagaimana?
a.       Sangat memprihatinkan
b.      Memprihatinkan
c.       Biasa Saja/Wajar
d.      Lainnya ...............................................
          2. Menurut antum apa penyebabnya?
          3.Menurut antum bagaimana solusinya?
  D.    PENUTUP
KPIM sebagai gagasan orisinil dan inovatif manajemen Istana Mulia dalam penerapannya memang membutuhkan waktu untuk melihat sejauhmana tingkat efektifitasnya.  KPIM merupakan salah satu bentuk inovasi pendidikan.  Perlu disadari terhadap suatu inovasi apapun tidak serta merta sasaran penerima inovasi dalam hal ini pendidik dan tenaga kependidikan  begitu saja langsung menerima atau mengadopsi inovasi tersebut merupakan suatu hal yang wajar.
Dalam teori inovasi, kefektivan inovasi akan terwujud jika memenuhi karakteristik Inovasi.  Rogers (1983) mengemukakan lima karakteristik inovasi meliputi: 1) keunggulan relatif (relative advantage), kompatibilitas (compatibility), 3) kerumitan (complexity), 4) kemampuan diuji cobakan (trialability) dan 5) kemampuan diamati (observability).
Keunggulan relatif adalah derajat dimana suatu inovasi dianggap lebih baik/unggul dari yang pernah ada sebelumnya. Hal ini dapat diukur dari beberapa segi, seperti segi ekonomi, prestise sosial, kenyamanan, kepuasan dan lain-lain. Semakin besar keunggulan relatif dirasakan oleh pengadopsi, semakin cepat inovasi tersebut dapat diadopsi.
Kompatibilitas adalah derajat dimana inovasi tersebut dianggap konsisten dengan nilai-nilai yang berlaku, pengalaman masa lalu dan kebutuhan pengadopsi. Sebagai contoh, jika suatu inovasi atau ide baru tertentu tidak sesuai dengan nilai dan norma yang berlaku, maka inovasi itu tidak dapat diadopsi dengan mudah sebagaimana halnya dengan inovasi yang sesuai (compatible). 
Kerumitan adalah derajat dimana inovasi dianggap sebagai suatu yang sulit untuk dipahami dan digunakan. Beberapa inovasi tertentu ada yang dengan mudah dapat dimengerti dan digunakan oleh pengadopsi dan ada pula yang sebaliknya. Semakin mudah dipahami dan dimengerti oleh pengadopsi, maka semakin cepat suatu inovasi dapat diadopsi.
Kemampuan untuk diujicobakan adalah derajat dimana suatu inovasi dapat diuji-coba batas tertentu. Suatu inovasi yang dapat di ujicobakan dalam seting sesungguhnya umumnya akan lebih cepat diadopsi. Jadi, agar dapat dengan cepat diadopsi, suatu inovasi sebaiknya harus mampu menunjukan (mendemonstrasikan) keunggulannya. 
Kemampuan untuk diamati adalah derajat dimana hasil suatu inovasi dapat terlihat oleh orang lain. Semakin mudah seseorang melihat hasil dari suatu inovasi, semakin besar kemungkinan orang atau sekelompok orang tersebut mengadopsi.
Jadi dapat disimpulkan bahwa semakin besar keunggulan relatif; kesesuaian (compatibility); kemampuan untuk diuji cobakan dan kemampuan untuk diamati serta semakin kecil kerumitannya, maka semakin cepat kemungkinan inovasi tersebut dapat diadopsi.

Wallahu’alam bishowwab.
tag : Implementasi Kurikulum Pendidikan Istana Mulia - Seri Panduan Sukses Guru Mulia Cara Mengajar Menyenangkan

0 komentar:

Popular Posts

Arsip SMP IT Istana Mulia Boarding School



Bookmark and Share