Kamis, 17 Maret 2016

SAHBAT MULIA.... 

ANAK ADALAH NAFAS KITA

Bukanlah tanpa sebab Allah menitipkan amanah itu kepada kita, Karena setiap anak pastilah berharga
Setiap anak adalah istimewa, Kepayahan kita hari ini kebahagiaan kita nanti
Tak lelah dalam mendidik, tak henti mendampingi
Bulir-bulir air mata dan peluh yang membasahi adalah wewangi surga yang mengiringi kita ke dalam rumah-Nya

Sahabat Mulia

Bagaimana Cara Mendidik Anak Sukses Semuda Mungkin Ala Rasulullah, Agar Anak Kita Menjadi Kendaraan Unggulan Istimewa Menuju Istana Surga

Anak- anak kita semakin tidak kokoh. Jadi pasti ada yang salah, ada yang tidak sesuai.
Bicara pendidikan ialah bicara praktek, bukan teori.
Semanis apapun kurikulumnya, tidak akan berhasil bila tanpa praktek.

Silakan tengok kota Madinah, hasil didikan Rasulullah. Berapa banyak pemimpin muda islam yang hebat.

Jadi tengok lulusan sekolah tersebut, bagaimana hasil mereka.
Amalan terbesar selain dari sekolah ya juga dari orang tua. Orang tua muslim ini mewarnai anak2nya.

Tidak bisa hanya menitipkan anak ke sekolah seharian lalu berharap mereka menjadi anak sholeh sholihah? Sungguh tidak akan pernah bisa.

Dari jaman sahabat hingga jaman muh al fatih ini lamanya 8 abad. Dengan kualitas yg kurang lebih sama antara sahabat rasulullah dan moh al fatih, berarti sistem mereka baik. Yaitu sistem Islam.


Sesuai tema disebutkan kata sukses. Mari luruskan definisi sukses itu apa?
Sesuai Al Quran, pada Al Ahqaf 15 temanya ayat ini ialah birrul walidain.
Jadi intinya anak pinter hebat secara finansial, menjadi profesor namun tidak berbakti pada orang tua? Maka berarti orang tua telah gagal mendidik anak.

Tolok ukur yang paling harus dikoreksi pada sistem pendidikan indonesia ini ialah pendidikan pada usia baligh.

Laki2 kurang lebih baligh usia 15 tahun pada jaman rasulullah
Jaman sekarang karena kesalahan kita, balighnya anak2 ini menjadi terlalu cepat.

Tema remaja ini sebenarnya tidak perlu menjadi tema khusus pada jaman rasulullah dan sahabat karena memang sistem pendidikan mereka yang hebat sejak usia dini menjadikan anak berpondasi kuat.

Yang kedua ialah ketika mencapai usia 40 tahun.
Mencapai 40 tahun, kaji ulang diri ini , apakah kita sudah memiliki hal2 dibawah ini:

1. Harus selalu bersyukur atas nikmat yang diberikan pada kita. Bukan malah gelisah. Dalam surat ibrahim, ketika nabi ibrahim meminta dunia utk keturunannya, ujung2nya nabi ibrahim berdoa agar keturunannya mudah bersyukur. Orang umur 40 sdh tidak mengurusi diri sendiri. Dia akan terikat erat dengan kedua orang tua yang sudah mulai senja usianya. Kalau 40 tahun sedang asyik2 nya karir lalu lupa orang tuanya? Berarti...ada yang salah dalam pendidikannya ketika masa anak2 dahulu.

2. Selalu bersiap mejalankan amal sholeh. Ketika Allah tunjukkan ini lho amal sholeh...segera berangkat tunaikan amal sholeh itu. Tidak berpikir2 lagi.

3. Berusaha memikirkan generasi anak dan keturunannya. Jangan sampai generasi keturunan kita salah pondasi sehingga seperti bangunan miring.

4. Senantiasa bertaubat. Dan menyesali semua perbuatan dosa. Menyatakan pertaubatan dan menyatakan kesaksian bahwa diri ini muslim.

Sukses dalam tema ini berarti terhindar dari neraka dan masukv surga.

Neraka dan Surga memang hak Allah SWT, namun Allah sudah memberi kita kemampuan untuk melihat pertanda dimana diri ini berada.

Jadi siapa yang dihindarkan dari neraka dan memasuki surga ialah ciri orang yang sukses.

Pendidikan kita haruslah berbasis Quran dan Hadist shahih dan Kitab para ulama yang membahas pendidikan.

Bicara tentang usia semua mungkin, berapa usia semuda mungkin itu?

Ada 2 contoh:

1. Nabi ibrahim as saat melihat masyarakatnya berbuat keburukan. Dimana pendidiknya ialah ayahnya sendiri. Ibrahim berusaha berdakwah namun tidak berhasil tp akhirnya ibrahim hancurkan patung2 itu dan mengalungkan kapak ke leher patung besar. Masyarakat mencurigai ibrahim lah pelakunya. Ibrahim bukan saja generasi bertauhid namun juga telah melakukan nahi mungkar. Ibrahim saat itu masih fatah ( pemuda kecil- remaja- baru saja baligh). Kalau remaja ibrahim, bisa sekokoh itu tidak terpengaruh teman2nya. Sendirian melakukan tauhid di tengah masyarakat musyrik, berarti pendidikan yang dia alami memang kokoh. Nahi mungkar yang beliau lakukan beresiko. Apa resikonya? Beliau dibakar.

2. Contoh ke 2 yang bukan nabi. Kita tengok ashabul kahfi. Para pemuda kahfi ini semuanya ialah remaja beriman yang kokoh. Mereka ambil keputusan yg tidak sederhana karena lingkungan sudah sgt rusak, mereka memutuskan uzlah utk pertahanan akidahnya. Mereka tidak larut oleh lingkungannya.

Inilah Al Quran berbicara tentang usia muda.

Menjelang rasulullah saw wafat, ada usamah bin zaid - putra Zaid bin Harits yang berusia 18 tahun yang menyatakan berjihad menghadapi tentara romawi yang sangat kuat.

Hari ini anak 18 tahun??

Di sebuah kitab ada kisah tentang Zaid bin Tsabit- seorang pakar di bidang ilmu faraidh ( ilmu waris).

Begitu sampai di Madinah, nabi memanggil Zaid untuk belajar bahasa yahudi. Karena rasulullah saw tidak nyaman khawatir yahudi berkomplot utk menghancurkan islam dengan cara komunikasi dng bahasa mereka.

Zaid pun belajar bahasa yahudi sesuai perintah Rasulullah. Zaid pun bisa menguasai bahasa yahudi yang sama sekali beda dng bahasa arab hanya dalam waktu 2 pekan! Di usianya yang 11 tahun.

Kemana anak kita yang berusia 11 tahun hari ini?

Mari kita koreksi ulang... jangan bertahan dengan sesuatu yang salah.

Sekarang kita sering silau dengan definisi sukses orang kafir...Sementara di islam banyak sekali data-data kesuksesan pemuda islam.

Terakhir ialah bagaimana caranya?

1. Baca literatur sejarah islam. Dalam islam tidak ada ahli dalam 1 sub bidang. Misalnya profesor ia hanyalah ahli di bidang sub ilmu. Ini adalah teori pendidikan yang salah karena di dalam islam, tidak ada ahli berilmu yang hanya menguasai 1 sub bidang. Zahrowi-bapak bedah di ilmu kedokteran, pernah diliput oleh sebuah tv inggris, ternyata apa yang beliau temukan di bidang ilmu bedah saat dulu masih dipakai hingga sekarang. Zahrowi tidak hanya ahli di kedokteran namun juga di bidang ilmu lain

2. Coba fokus kepada bagaimana pemuda2 islam yang hebat di didik dan diajarkan. Pelajari caranya. Kita jadikan diri kita sebagai ayah luar biasa, ibu luar biasa untuk dapat mendidik anak kita menjadi anak yang luar biasa. Sekolah juga berperan untuk mendidiknya. Namun kedua orang tua memegang peranan yang lebih besar. Visi ayah dan ibu harus sama dan saling mendukung. Ditambah lagi dengan doa orang tua. Sampaikan harapan ortu pada anak dan ajak anak bangkit untuk mempersiapkan.

3. Hati2 dengan nikmat kekayaan. Bisa membuat anak menjadi terlena.

4. Harus paham cara mendidik anak. Ada kalanya ketika anak tidak bisa diselesaikan problem pendidikannya hanya dengan cara lemah lembut senyum, maka perlu ketegasan juga sekali sekala. Hal ini dicontohkan oleh Rasulullah saw. Anak akan menjadi kokoh dengan cara ini.

5. Yang wajib dipelajari pertama ialah Al Quran. Selama Al Quran hanya merupakan pelajaran tambahan yang mudah digeser oleh pelajaran apapun, maka generasi anak kita tidak akan kokoh.

6. Ilmu kedua yang dipentingkan ialah sejarah islam, lalu mempelajari ilmu lain seperti matematika, astronomi dll. Jangan anak dijejali dengan ilmu-ilmu lain sebelum menguasai Al Quran

Kejarlah akhirat maka dunia akan mengikuti. Jangan dibalik. Kalau dibalik, maka itulah awal dari permasalahan dari masalah pendidikan saat ini

Wallahu alam bissawab (sumber Ust Budi Ashari,Lc : Dimodivikasi menjadi tema Agar Anak Kita Menjadi Kendaraan Unggulan Istimewa Menuju Istana Surga

Alhamdulillah telah hadir buku Panduan Tarbiyah Ar-Rasyad Untuk Pelajar SMP, melingkupi Alqur'an, Aqidah, Hadits, Sirah, Fiqh, Akhlak, Keterampilan. 

Agar Anak Kita Menjadi Kendaraan Unggulan Istimewa Menuju Istana Surga

Insha Alloh Akan diterapkan di PesantrenBisnis.com SMP IT Istana Mulia mulai Juli TA 2016-2017.

Penerbit : Robbani Press.
Penyusun : Tim LKPA Ar Rasyad DPP PKS

Buku Ar Rasyad tersedia untuk sembilan tingkatan sekolah,mulai dari kelas 1 sampai kelas 6 Sekolah Dasar dan Kelas 7 sampai Kelas 9 Sekolah Menengah Pertama.Di dalamnya peserta didik dapat mempelajari banyak hal,seperti : Al-Qur'an,Aqidah,Hadits,Sirah,Fikih,Akhlak dan keterampilan.Buku ini disusun oleh 104 para Ustadz dan Ustadzah,guru yang berpengalaman di daunia pembinaan, sehingga berharap buku ini mampu memberikan arahan dan bimbingan kepada peserta didik.

0 komentar:

Popular Posts



Bookmark and Share